Loading...

Tradisi Maulid Adat Samawa

Tradisi

Diperbarui 09 June 2026

Tradisi Maulid Adat Samawa

Maulid Adat Samawa merupakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirayakan dengan memadukan unsur keagamaan dan adat istiadat Sumbawa. Di Desa Poto, perayaan ini berlangsung selama tiga hari tiga malam dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Rangkaian Acara:

  1. Barzanji (Pembacaan Syair Maulid) — Berlangsung di masjid atau langgar desa. Syair Barzanji dibacakan secara bergantian oleh para pemuda desa dengan irama khas Sumbawa. Suasana semakin khidmat dengan tabuhan rebana (terbang) yang mengiringi setiap bait syair.
  1. Pawai Ta'aruf (Arak-arakan) — Pada hari kedua, diadakan pawai keliling desa yang diikuti oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Peserta pawai membawa berbagai macam hiasan seperti janur, bendera, dan replika masjid yang terbuat dari bahan-bahan alami. Pawai diiringi dengan tabuhan gendang beleq dan rebana.
  1. Maulid Adat — Acara puncak digelar di lapangan desa dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti:
  • Tarian Lawang Sakepeng (tarian selamat datang)
  • Gendang Beleq (kesenian musik tradisional dengan gendang besar)
  • Silat Samawa (pencak silat khas Sumbawa)
  • Pembacaan syair Maulid dalam bahasa Samawa
  1. Makan Bajambau — Seluruh warga menikmati hidangan yang telah disiapkan secara gotong royong. Hidangan utama adalah nasi jajan (nasi kuning dengan lauk pauk) yang dihidangkan di atas anyaman bambu panjang (lesehan), sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan.

Perayaan Maulid Adat Samawa merupakan momentum memperkuat silaturahmi antarmasyarakat dan menjadi ajang pelestarian seni budaya tradisional yang terus dijaga oleh generasi muda Desa Poto.

Diskusi (0)

Bergabung dalam Diskusi

Login dengan Google untuk berkomentar dan berdiskusi.

Login dengan Google

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama!