Diperbarui 09 June 2026
Bateq adalah kain tenun tradisional khas Sumbawa yang telah ada sejak abad ke-16. Kain ini ditenun dengan alat tenun tradisional yang disebut Gedogan dan menggunakan benang katun atau benang sutra yang diwarnai dengan pewarna alami.
Motif dan Makna:
- Motif Keker — Berbentuk garis-garis vertikal yang melambangkan kekokohan dan keteguhan pendirian. Motif ini biasanya digunakan oleh tetua adat dan pemimpin masyarakat.
- Motif Kait — Berbentuk anyaman kait yang melambangkan keberlanjutan kehidupan dan hubungan erat antara manusia dengan alam semesta.
- Motif Bunga Cermai — Berbentuk bunga cermai yang melambangkan keindahan, kelembutan, dan kesuburan. Motif ini sering digunakan untuk pakaian pengantin atau busana upacara adat.
- Motif Tampak — Motif segitiga yang melambangkan keharmonisan hubungan antar sesama manusia dan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Proses Pembuatan:
Proses menenun Bateq memakan waktu antara dua minggu hingga dua bulan tergantung kerumitan motif. Tahapannya meliputi:
- Pemintalan benang (menggunakan kapas lokal)
- Pewarnaan alami (dari daun indigo, kunyit, kulit kayu tingi, dan tanah liat)
- Penenunan dengan alat Gedogan
- Finishing (pengeringan dan penghalusan)
Pelestarian:
Di Desa Poto, tradisi menenun Bateq masih diajarkan secara turun-temurun oleh ibu-ibu dan remaja putri. Kelompok pengrajin tenun Bateq di desa ini telah terbentuk dan rutin mengikuti pameran kerajinan di tingkat kabupaten dan provinsi. Pemerintah daerah juga mendukung pelestarian Bateq melalui program pelatihan dan bantuan peralatan tenun.